in

Tips Lepas dari Kebiasaan Menunda

Setiap manusia pasti pernah melewati fase menunda-nunda. Saat dimana kita memilih tidak mengerjakan apa yang menjadi keharusan kita sekarang, dan berniat mengerjakannya nanti. Saat waktunya tiba, kita terpikir untuk menundanya lagi karena sedang asik mengerjakan hal lain. Jika sudah seperti ini, kemungkinan besar yang terjadi adalah kita gagal mengerjakan apa yang menjadi keharusan kita dan menundanya kembali diwaktu yang akan datang.

Pada awalnya, kebiasaan ini tidak menampakkan dampak negatifnya. Kita cenderung merasa nyaman karena sudah asik mengerjakan apa yang sedang kita kerjakan saat ini. Namun seperti yang kita semua tau, dopamin atau rasa bahagia yang kita rasakan sekarang hanya akan membawa kita kepada kesulitan dimasa yang akan datang. Mengerjakan tugas mepet deadline mengakibatkan tidak maksimalnya tugas yang dikerjakan, burnout, kehilangan banyak kesempatan, dan lain sebagainya.

Hal sejenis juga diangkat oleh warga @schfess yang menfessnya berisi,

https://twitter.com/schfess/status/1443565015760396296?s=19

Mungkin terlihat sepele, saat kita teringat ingin mengerjakan kegiatan a, kita menunggu dan menundanya sampai menunjukkan jam-jam dengan digit yang pas dan cantik. Syukurlah apabila pada waktu itu kita benar-benar memulai pekerjaan kita. Jika terlewat dua menit saja, rasanya ingin sekali menunggu hingga jamnya kembali menunjukkan angka cantik. Begitu seterusnya sampai secara tidak sadar kita membuang sebagian waktu kita hanya untuk menunggu waktu yang pas.

Bagi sebagian orang, menunda-nunda bisa membuat mereka frustasi, mereka ingin keluar dari fase itu hanya saja sulit sekali rasanya. Perang di dalam diripun terjadi. Maka dari itu, disini sender akan memberikan tips untuk berhenti menunda-nunda. Semua uraian dibawah merupakan cara yang sender coba sendiri dan berpengaruh dibeberapa waktu tertentu.

1. Semua orang juga ingin menunda-nunda

Ketahuilah bahwa, di dunia ini semua orang suka menunda-nunda. Kita tidak dibagi menjadi orang dengan sifat suka menunda-nunda dan tidak suka menunda-nunda. Kita semua punya rasa ingin menunda-nunda. Yang membedakan adalah apakah kita ingin mengalahkan rasa ingin menunda-nunda itu, atau tidak. Jadi tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda.

2. Tiga – dua – satu

Terapkanlah hitungan ini saat teringat mengerjakan sesuatu. Saat sedang asik rebahan dan scrolling timeline, tiba-tiba teringat untuk mengerjakan tugas. Jangan tunggu sampai momen yang tepat. Berikanlah hitungan pada dirimu dan bangkitlah dari kasur. Ingat bahwa sesuatu yang ditunda sejatinya tidak akan pernah dikerjakan.

3. Semua waktu adalah tepat

17.37, 21.30, dan 15.00 adalah waktu yang sama. Mereka tepat dan bisa kita gunakan untuk memulai kegiatan. Memang pada awalnya jam dengan digit yang tepat seperti 17.00 atau 15.30 adalah waktu yang tepat. Namun bila kita teringat akan pekerjaan pukul 15.36, apakah yakin kamu akan menunggu sampai pada jam dengan digit yang bagus? Ingatlah bahwa sesuatu yang ditunda sejatinya tidak akan pernah dikerjakan.

4. Dopamin setelah selesai mengerjakan tugas itu nyata!

Kita semua pasti ingat betul saat kita berhasil mencapai sesuatu, berhasil mencapai suatu hal. Rasa senangnya pasti masish teringat. Saat ingin memulai pekerjaan dan berniat menunda, ingatlah bahwa semakin kamu menunda maka semakin jauh kamu dengan rasa senang itu.

5. Tambahan

Setelah membaca 4 poin diatas. Rasanya sudah cukup kamu menlanjutkan membaca artikel ini. Tutup hpmu dan kerjakanlah apa yang menjadi pekerjaanmu. Semoga cepat tuntas ya! Semangat dari writer-nim tercinta!

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Apa Itu Burnout dan Cara Mengatasinya

LaporCovid-19 Terima 167 Aduan Terkait PTM di Sekolah