in

Selamat Datang Bulan

Beberapa orang memanggilnya Bulan. Bukan bulan di langit malam. Bukan juga bulan pada kalender. Apalagi Bulan temannya Alan. Bukan, kawan. Normalnya Ia datang setiap 28 hari. Selalu menginap 3-7 hari.  Menjelang Bulan datang itu masa-masa yang menyebalkan. Perut mendadak keram, pinggang pegal semua, emosi tidak stabil, dan tidur jadi tak nyaman. Dasar menyusahkan. Tapi, kalau Ia tak datang panik sendiri deh. Padahal mah pegangan tangan pun tak pernah. Hahaha. Sebenarnya lebih ngeri lagi kalau yang datang malah  sindrom ovarium polikistik. Sok klinis dikit hasil intip dari ‘Mbah Google’.

Sudah kuduga Bulan akan datang hari ini. Bangun tidur perut keram dan agak lembab di bawah sana. Ah, aku harus langsung mandi. Lalu bersiap menampung kedatangan si Bulan dengan pelampung bersayap. Sungguh tak nyaman, tapi mana boleh di tolak. Ini kan kodrat perempuan. Mana banyak sekali larangannya. Tak boleh makan inilah itulah, harus minum kunyit asam pula. Selama untuk kebaikan, tak apalah dijalankan saja.

Kubilang sama Bulan menginapnya jangan lama-lama, buat aku susah beraktivitas. Dia bisa dengar tidak, ya? Kurasa Ia pasti tertawa mendengarnya. Mana ada orang normal yang berbicara dengan darah menstruasi.

What do you think?

Written by Syera

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Izinkan Aku Jadi Pujangga

Mikirin Masa Depan Ga Usah Pake Galau