in

Organisasi di Masa Sekolah? Untung atau Buntung?

Masa sekolah merupakan masa emas bagi sebagian orang. Waktu ini adalah waktu-waktu terbaik kita untuk mengembangkan diri dan mempelajari banyak hal untuk mempersiapkan kehidupan setelah sekolah. Banyak sekali wadah yang siap menampung dan memberikan kesempatan untuk siswanya melakukan itu semua. Salah satu kegiatan yang dianggap dapat membantu proses pengembangan diri adalah organisasi. Organisasi di sekolah banyak macamnya, biasanya yang paling populer dan memiliki peminat terbanyak adalah organisasi OSIS/MPK.

Untuk dapat mengikuti sebuah kegiatan, kita sering kali harus mengorbankan sesuatu yang kita miliki. Waktu, tenaga dan pikiran adalah hal yang paling sering kita korbankan ketika sudah masuk organisasi. Tubuh menjadi cepat lelah ketika selesai berkegiatan, pikiran jadi tidak tenang karena merasa diburu oleh tugas organisasi, waktu belajar juga menjadi terbagi-bagi dan menyebabkan banyak hal yang tidak berhasil dilakukan karena megikuti organisasi.

Keresahan atas hal-hal yang dikorbankan ini membuat salah satu warga @schfess mengunggah menfessnya tentang organisasi. Begini katanya.

https://twitter.com/schfess/status/1426522182239227908?s=20

dalam menfess itu tertulis, bahwa cara hidup tenang di SMA adalah dengan tidak mengikut organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa sender merasa terganggu pikirannya apabila mengikuti organisasi. Namun, banyak juga orang-orang yang sudah tercemplung dalam organisasi, ikut mengomentari menfess tersebut. Begini kata mereka.

https://twitter.com/aquapearl__/status/1426534169870434304?s=20

    

https://twitter.com/indrithhh/status/1426602784934137862?s=20https://twitter.com/OkBeary/status/1426579577715924996?s=20 

Tiga reply ini mewakili orang-orang yang merasa kurang setuju dengan sender. Karena bagi mereka, masa sekolah justru adalah masa yang tepat untuk mengikuti organisasi. Namun, apakah berarti pernyataan sender salah? Tentu saja tidak. Karena ada juga sebagian orang yang merasakan hal yang sama. Persis seperti sender, @janiajalah di twitter juga merasa aspek tenaga, waktu dan pikirannya terancam. Begini katanya.

https://twitter.com/janiajalah/status/1426523577776414723?s=20

      

Lantas apakah hal ini membuat organisasi dimasa sekolah menjadi tidak worth untuk diikuti? Tentu tidak. Semua tergantung dengan apa tujuan kita saat sekolah. Belajar memang tujuan utama dan wajib bagi semua siswa. Namun, lebih baik juga apabila kita memiliki tujuan lain untuk diraih saat masa sekolah. Mungkin saja sender memiliki tujuan selain organisasi sehingga merasa bahwa organisasi cukup menggangu khususnya dalam aspek pikiran.

Beberapa dari mereka yang sudah pernah mengikuti organisasi dan menyelesaikannya sampai akhir juga ikut angkat bicara di kolom komentar. Beberapa dari mereka diantaranya ada dari @mynameisadun dan @tahunbaru2020. Begini kata mereka

https://twitter.com/mynameisadun/status/1426562916531130371?s=20

 https://twitter.com/tahunbaru2020/status/1426863276411916292?s=20 

https://twitter.com/tahunbaru2020/status/1426863276411916292?s=20

Melalui dua tweet diatas kita dapat menarik titik tengah dari dua pilihan ini. Ikut atau tidak ikut organisasi semua tidak ada yang lebih baik atau kurang baik. Semua pilihan adalah baik bagi orang-orang yang memiliki tujuan. Tujuan ini yang akan membuat dirimu menjadi kamu. Tugas kita tinggal mentukan manakah pilihan yang relevan bagi kita dan mengantarkan kita kepada tujuan. Karena sejauh dan sebesar apapun keputusan yang akan kita ambil, semuanya tergantung dengan bagaimana kita dan apa tujuan kita.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

KRIMINALITAS REMAJA; KLITIH

Media Belajar Daring yang Paling tidak Disukai Mahasiswa