in

Mikirin Masa Depan Ga Usah Pake Galau

Remaja dan kebiasaan galau tampaknya memang sulit dipisahkan di zaman sekarang ini, terutama galau akan masa depan. Takut apakah bisa lanjut kuliah atau ngga, mau jadi apa kalau sudah dewasa nanti, bakal punya pekerjaan apa hingga urusan jodoh dan berumahtangga.Tak jarang kegalauan berujung rasa takut dan cemas dalam menghadapi sesuatu, yang berujung pada mager dan ga produktif sama sekali.

Galau itu muncul karena terlalu banyak memikirkan masa-masa yang akan datang tapi ditambah-tambahi dengan pikiran negatif. Terlalu khawatir akan kegagalan.  Hidup adalah sesuatu yang harus dihadapi dengan penuh semangat. Selama kita melakukan hal-hal yang positif dalam hidup kita saat ini, maka kita akan mendapat kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Berbuatlah lebih banyak kebaikan.

Tapi harus diinget juga, kalau kamu ingin masa depan kamu cerah, berharap dan berdoa aja ga cukup dong, harus dibarengi juga dengan usaha. Terkadang kecemasan yang kamu rasain juga muncul dari upaya kamu yang belum maksimal, kamu ga siap buat menghadapi apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Sudah seharusnya jika kamu punya banyak bekal, kamu tidak akan menemui banyak situasi negatif seperti apa yang sudah sering kamu pikirkan. Jangan cuman ingin kehidupan yang lebih baik tapi ga pernah melakukan suatuuntuk mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik.

Kamu jangan pernah berfikir untuk berhenti belajar. Lakukan lebih banyak eksplorasi agar mendapat pengetahuan yang lebih. Gali lebih dalam lagi potensi diri kamu, dan pikirin  yang baik-baik aja.

Nah, oleh karena itu penting banget buat kita punya perencanaan buat masa depan kita. Kita mesti punya OMD, atau singkatan dari Orientasi Masa Depan.

Apa sih OMD itu? Orientasi masa depan merupakan upaya antisipasi terhadap masa depan. Dalam hal ini, individu mulai memikirkan kebutuhan tentang masa depan secara sungguh-sungguh, memberikan perhatian kepada yang besar terhadap bebagai lapangan kehidupan yang akan dijalaninya dimasa yang akan datang. Nurmi (dalam Steinberg, 2009) mengatakan bahwa orientasi masa depan merupakan fenomena yang luas yang berhubungan dengan bagaimana seseorang berpikir dan bertingkah laku menuju masa depan yang dapat digambarkan dalam proses pembentukan orientasi masa depan, secara umum dibagi menjadi tiga tahap yaitu:

1. Tahapan Motivasi

Motivasi merupakan tahap awal pembentukan orientasi masa depan. Tahap ini mencakup motif, minat, dan tujuan yang berkaitan dengan orientasi masa depan. Pada mulanya, kamu perlu menetapkan tujuan berdasarkan perbandingan antara motif dan penilaian, serta pengetahuan yang telah mereka kamu miliki. Maksudnya gimana?

Pertama, kamu harus nemuin dulu apa yang kamu suka, passion kamu apa, minat kamu apa. Habis itu, kamu perlu mempertimbangkan kesukaan kamu itu bernilai atau ngga, pertimbangin harapan orangtua serta seberapa besar potensi kesukaan kamu itu bisa berkembang dimasa yang akan datang. Ga mungkin dong kalau kamu suka tidur dan jadiin itu sebagai OMD kamu.

Nah, yang kedua, kamu juga harus memperhatikan kebisaan kamu. Kamu akan sulit merealisasikan harapan kamu kalau kamu sendiri ga punya pengetahuan yang bisa menunjang terwujudnya harapan tersebut.

2. Tahapan Perencanaan

Perencanaan merupakan tahap kedua proses pembentukan orientasi masa depan individu, yaitu bagaimana kamu membuat perencanaan tentang perwujudan minat dan tujuan kamu di masa depan.

Menurut Nurmi (1991), perencanaan dicirikan sebagai suatu proses yang terdiri dari tiga subtahap.

  • Penentuan Subtujuan

Pada subtujuan ini, individu membentuk suatu representasi dari tujuan-tujuannya dan konteks masa depan di mana tujuan tersebut di harapkan dapat terwujud. Kedua hal ini didasari oleh pengetahuan individu tentang konteks dari aktifitas di masa depan, dan sekaligus menjadi dasar bagi kedua subtahap berikutnya. Misalnya, tujuan besar kamu adalah menjadi dosen, maka kamu bisa membuat sub tujuan seperti, lulus SMA dengan nilai terbaik, memperoleh nilai toefl yang memuaskan, kuliah ke luar negeri, mendapatkan beasiswa dan lain-lain.

  • Penyusunan Rencana

Pada tahap ini individu membuat rencana dan menetapkan strategi untuk suatu rencana, individu dituntut menemukan cara-cara yang dapat mengarahkannya pada pencapaian tujuan dan menetukan cara mana yang paling efisien. Kamu bisa berdiskusi dengan orang-orang yang sudah lebih banyak tau tentang bidang yang kamu minati itu sehingga bisa menemukan alternative cara untuk mencapainya. Pertimbangkan juga hal yang bisa menghambat mimpi tersebut sehingga rencana kamu bisa lebih matang lagi.

  • Melaksanakan rencana dan strategi yang telah disusun

Dalam subtahap ini, individu dituntut melaksanakan pengawasan terhadap pelaksaan rencana tersebut. Pengawasan dapat dilakukan dengan membandingkan tujuan yang telah ditetapkan dengan konteks yang sesungguhnya di masa depan. Artinya, selama melaksanakan rencana, kamu harus melaksanakan pengawasan secara sistematis, apakah tujuan yang telah ditetapkan dapat didekati melalui system yang sedang dilaksanakan atau tidak. Jika tidak maka harus dilakukan perubahan terhadap rencana-rencana yang ada.

3. Tahapan Evaluasi

Tahap terakhir dari proses pembentukan orientasi masa depan. Menurut Nurmi (1991) memandang evaluasi sebagai suatu proses yang melibatkan pengamatan dan melakukan penilaian terhadap tingkah laku yang ditampilkan, serta memberikan penguat bagi diri sendiri. Kamu perlu melakukan evaluasi terhadap tujuan serta rencana yang telah kamu buat, kamu bisa saja menemukan kesempatan yang muncul sewaktu-waktu dan tanpa disadari, dan ketika hal itu muncul, kamu perlu mempertimbangkan apakah  kesempatan yang ada itu bisa membantu mewujudkan tujuan dan rencana yang telah dibuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dan sebagai catatan terakhir. Jangan lupa untuk menulis semua rencana itu !!

Penulis : Faldhy Dwi Budiansyah – KARNA

What do you think?

Written by KARNA

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Selamat Datang Bulan

Lalu, Siapa Pemenangnya?