in

LoveLove MantapMantap

Kita Ga Butuh Kalimat Motivasi

Pernah ga sih merasakan dimana tubuh ini udah ga mempan dikasih motivasi apapun? Berbagai macam reminder dan tamparan yang lewat di sosmed udah ga pernah menyenggol kita lagi. Kalimat motivasi dari orang-orang sukses juga cuman kerasa sebagai angin lalu. Padahal, kita lagi butuh motivasi itu karena mungkin ujian udah semakin deket. Terus kita harus gimana? Apa yang kita butuhin ketika sedang di situasi ini?

Tenang, kita tidak sendiri. Karena faktanya, banyak juga sebagian dari kita yang merasakan hal yang sama. Diantaranya adalah mereka yang ada di kolom komentar salah satu menfess yang dikirimkan ke @schfess di twitter. Ini bunyi menfessnya.

Niat sender sangat baik untuk kita kasih apresiasi karena keinginannya untuk bikin kita semangat lagi. Tapi kayaknya, karena udah terlalu sulit dan udah ga ada motivasi lagi. Rasanya mau dikasih apapun juga ga akan mempan.

Kalau diinget-inget lagi, kapan terakhir kali ngerasa greget dan ketagihan buat belajar? Saat kita ngerasa candu dan puas banget saat belajar. Ketika diri ini tuh rasanya seneng banget bisa menguasai suatu konsep, atau mengerjakan soal yang sulit. Kondisi seperti ini tuh yang kita butuhkan untuk datang lagi ketika di posisi ga bisa terima motivasi dari manapun. Ini namanya motivasi intrinsik. Kondisi ini adalah kondisi dimana kita belajar udah bukan karena malu atau takut dapat nilai jelek, apalagi karena dipaksa. Ini adalah kondisi dimana kamu sudah menemukan dan merasakan serunya belajar dan puas setelah dapat memahami konsep baru.

https://twitter.com/terpsichvre/status/1423484172912369672?s=20

https://twitter.com/merciliw/status/1423614382919929869?s=20

https://twitter.com/serebrumm/status/1423502910910918662?s=20

Tiga tweet diatas ini udah mewakili banget perasaan orang-orang yang butuh motivasi intrinsik. Oleh karena itu, mari kita bahas satu satu dasar untuk memunculkan motivasi intrinsik.

1. Kita punya kuasa terhadap diri kita sendiri

Pengalaman atau kesadaran diri bahwa kita adalah pemegang kekuasaan tertinggi bagi diri sendiri itu sangat penting. Keinginan untuk mengubah nasib kita sendiri sangat membantu proses menemukan motivasi intrinsik. Kita dapat mengontrol apapun yang kita lakukan tanpa merasa terpaksa. Penting bagi kita untuk sadar bahwa belajar adalah emang hal yang kita inginkan dan butuhkan, bukan karena terpaksa. Maka dari itu kuncinya adalah untuk tau apa pentingnya belajar suatu materi demi diri kita sendiri

2. Belajar dari dasar

Ketika kita jago/ahli dalam suatu bidang, kita akan lebih mudah untuk mempelajarinya dan menemukan motivasi intrinsik kita. Kita akan lebih senang dan menikmati apabila kita mempelajari sesuatu yang sudah menjadi keahlian kita. Namun untuk menjadi ahli dalam suatu bidang itu butuh prosesnya. Prosesnya mungkin tidak nyaman dan tidak seenak yang dibayangkan. Kita harus mengulang dan mempelajari semuanya dari dasar. Tetapi apabila sudah melewati fase ketidaknyamanan itu, pelan-pelan kita akan menikmati prosesnya. Jadi cara terbaik untuk jadi ahli dan punya motivasi intrinsik adalah dengan mempelajarinya dari dasar.

3. Membuat lingkungan kita mendukung apa yang kita lakukan

Manusia itu berterkaitan, maka dari itu kita punya kemudahan untuk membuat lingkunngan kita sendiri. Membuat lingkungan ini bukan keharusan atau kewajiban dalam mencoba menanamkan motivasi intrinsik. Namun apabila kita sudah berkumpul kedalam suatu lingkungan yang mendukung. Keinginan diri untuk mempelajari dan terus mempelajari suatu hal akan semakin bertambah dan ini akan memudahkan kita mencari motivasi intrinsik.

Apabila ketiga hal ini dilakukan, mereka akan mempermudah kita untuk menemukan motivasi intrinsik kita. Kemudahan dalam menemukan motivasi ini akan membuka banyak pintu baru untuk mempelajari banyak hal dan mengembangkan apa yang kita punya. Yang terpenting adalah berikan porsi yang tepat untuk diri kita belajar dan apresiasi setiap progress yang kita lakukan.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Media Belajar Daring yang Paling tidak Disukai Mahasiswa

Elegi