in

Hanya Dua Siswa, Disdikbud Tutup SMPN 32 Sementara Waktu

Diharapkan pada penerimaan siswa baru, ada pendaftar yang masuk ke sekolah tersebut.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyatakan, penutupan SMP Negeri 32 Rejang Lebong dilakukan hanya bersifat sementara waktu. Pasalnya, sekolah tersebut ditutup sementara waktu terhitung sejak awal semester genap pada Januari lalu karena jumlah siswa yang bersekolah di tempat itu hanya dua orang.

“SMP Negeri 32 Rejang Lebong ini ditutup sementara, nanti saat penerimaan siswa baru akan kami buka kembali. Jika nantinya memang ada pendaftar, maka sekolah ini akan kami buka kembali,” kata Kepala Disdikbud Rejang Lebong Khirdes Lapendo Pasju di Rejang Lebong, Sabtu (17/4).

Dia mengatakan, penutupan sementara satu-satunya SMP negeri di Kecamatan Binduriang tersebut karena siswa terakhirnya hanya dua orang, sehingga dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima sekolah itu tidak bisa dicairkan.

Permasalahan minimnya siswa yang bersekolah di tempat itu, kata dia, sudah berlangsung sejak lima tahun belakangan. Berbagai upaya untuk mempertahankan agar sekolah ini tetap buka sudah dilakukan, namun yang bersekolah di tempat itu masih tetap minim, sehingga harus dilakukan penutupan sementara.

Dia menambahkan, jika nantinya siswa yang akan bersekolah di SMPN 32 Rejang Lebong ini masih tidak ada, maka pihaknya akan melakukan salah satu opsi untuk pemanfaatan aset sekolah itu dengan meminjamkannya kepada sekolah madrasah yang ada di daerah itu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Binduriang Daeng Oktora meminta, Disdikbud Rejang Lebong mempertahankan keberadaan sekolah yang berada di Desa Simpang Beliti tersebut, karena SMP itu merupakan satu-satunya sekolah negeri di Kecamatan Binduriang. “Kami harap sekolah ini bisa dibuka kembali. Diskbud kami minta mencari solusi dari permasalahan ketiadaan murid di sekolah ini, misalnya dengan melakukan pengetatan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru,” katanya.

Dikatakan Daeng, di Kecamatan Binduriang ada enam SD negeri. Namun, selama ini, anak-anak lulusan dari masing-masing sekolah ini malah meneruskan ke SMP negeri di kecamatan lainnya, seperti ke sekolah-sekolah di Kecamatan Sindang Kelingi, Kecamatan Padang Ulak Tanding maupun Kecamatan Selupu Rejang.

Dia berharap, pihak terkait bisa mencari akar permasalahan sehingga para siswa maupun orang tua murid lebih memilih sekolah di luar Kecamatan Binduriang sehingga nantinya bisa ditemukan solusi terbaiknya.

sumber : Antara

Source

What do you think?

Written by News Sch

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

PJJ Berdampak Buruk pada Keberlangsungan Sekolah Siswa

Pengakuan Dosa Pelajar