in

Drama Bucin Anak Sekolah; Jangan Baper Dulu!

Photo by Domingo Alvarez E on Unsplash

Bucin atau budak cinta merupakan istilah bagi mereka yang sedang dimabuk cinta. Lebih lagi bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Ya, dunia ini terasa indah dan hanya “milik kita berdua”.

Beragam motif cinta monyet anak sekolah. Ada yang tidak mau kalah saing dengan temannya. Sekedar pamer atau iseng belaka. Atau pengen dicap populer di sekolah. Tak jarang juga, punya pacar dijadikan sebagai alasan untuk memotivasi diri. Tapi, apakah semua drama cinta anak sekolahan itu benar-benar indah? Stop, jangan baper dulu.

Dekat belum tentu sayang. Sayang belum tentu cinta. Itu kata anak muda zaman sekarang. Bisa saja dekat, namun tidak saling mengungkapkan. Bisa diam karena tidak ingin melukai. Lalu, apa jadinya jika salah satu di antara mereka baper? Bahkan yang lainnya merasa “biasa aja”? Seperti salah satu pengalaman user di laman twitter @schfess.

Hal tersebut berawal dari salah satu di antara mereka yang sering mengumpulkan buku catatan berdekatan. Apakah itu cinta? Bisa saja itu hanya kebetulan. Seperti yang dibahas di atas, dekat belum tentu sayang. Atau memang susunan bukunya yang strategis.

Ternyata, anak sekolah yang lain juga pernah merasakan hal yang sama. Salah satunya adalah cuitan berikut ini.

Yang ini beda cerita. Si doi merasa kalau teman ceweknya suka bikin status galau untuk dirinya. Ya, padahal status galau belum tentu juga menggambarkan kegalauan hati yang sebenarnya. Siapa tahu memang si cewek adalah tipe orang yang melankolis. Jadi bawaannya mellow terus.

Atau memang para lelaki itu hobinya ke-GR-an dan besar kepala? Ya, mungkin ini fase mereka dalam jatuh cinta dan menikmati rasa itu. Nah sekarang tinggal bagaimana mengontrol perasaan tersebut. Jangan baper dulu yaaa… Atau sebenarnya si cowo yang memang memiliki perasaan spesial kepada si cewenya? Who knows.

What do you think?

Written by Azmi Raudhatul

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

Ditampar oleh Kenyataan

Pembelajaran Tatap Muka, Pusat Minta Daerah Pedomani SKB