in

Apa Itu Burnout dan Cara Mengatasinya

Mungkin sebagian dari teman-teman pernah mendengar istilah “burnout” yang bersliweran disosial media. Banyak orang-orang yang sering menggunakan kata ini dan apa sih bedanya dengan brainout? Disaat apa orang-orang menggunakan kata ini dan bagaimana cara menggunakannya?

Burnout adalah sebuah kata yang menggambarkan kondisi tertekan/stress pada seseorang dikarenakan beban pekerjaan/pendidikan yang terjadi secara terus menerus. Sebenarnya tidak hanya beban pekerjaan dan pendidikan, mengasuh anak, hubungan dengan orang lain juga bisa menyebabkan kita burnout. Asalkan hal tersebut terjadi secara terus-menerus dan tanpa henti, mereka semua bisa dikatakan burnout.

KIta cenderung mengalami burnout ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan dimana kesulitan/masalah datang bertubi-tubi tanpa bisa kita kontrol. Masalah satu belum selesai, sudah datang masalah baru yang beban tanggungannya lebih berat. Belum sempat menyelesaikan dua masalah yang ada, masalah lainnya muncul lagi. Begitu siklusnya sampai kita menyadari bahwa kita sedang burnout.

Gejala burnout bisa kita lihat pada salah satu menfess yang dikirimkan oleh warga @schfess ditwitter, begini bunyi menfessnya.

https://twitter.com/schfess/status/1443730788889948161?s=19

Menfess diatas merupakan salah satu dari banyak ciri-ciri orang yang burnout. Ciri-ciri yang paling sering kita temui adalah:

1. Kehilangan ketertarikan

Saat merasakan burnout, semua pekerjaan tidak lagi punya daya tarik dimata kita. Mau dipaksa dan diberi ancaman darimanapun, rasanya itu semua tidak membuat kita tertarik ataupun setidaknya membuat kita ingin mengerjakannya. Apapun yang terjadi, rasanya semua terasa sangat berat dan sulit dilakukan.

2. Melakukan hal kecil menjadi sesuatu yang sulit

Dulunya, kita sangat mudah untuk menulis semua hal-hal yang harus kita lakukan dalam sehari dito-do list. Sekarang, bahkan untuk memikirkan hal yang kita ingin lakukan saja sudah menjadi hal yang sangat berat. Semuanya terasa menjadi beban dan tidak ada lagi hal yang bisa kita lakukan. Ini bisa menjadi red flag bagi kita karena merupakan salah satu dari ciri burnout.

3. Menutup diri dari lingkungan

Merasa stress/tertekan secara tidak langsung membuat kita ingin menjauhi lingkungan sekitar. Kita sudah mulai kehilangan kepedulian terhadap hal-hal yang ada disekitar kita. Untuk memikirkan diri sendiri saja sulit, apalagi diminta memikirkan orang lain. Inilah yang menyebabkan kita sedikit menarik dan menutup diri dari lingkungan.

4. Sakit menjadi hal biasa

Ciri yang terakhir dari sekian banyaknya ciri adalah kita mudah sekali untuk terjangkit penyakit. Karena menderita burnout, nafsu makan jadi menurun dan membuat kita telat makan. Hal ini bisa memicu maag, yang pada kemudian hari bisa mengundang penyakit lainnya. Selain telat makan tadi, banyak penyakit fisik yang ditimbulkan akibat penyakit pada psikis ini.

Banyaknya ciri yang bisa kita kenali, ini memudahkan kita untuk mencari solusi atau cara mengatasi burnout sejak awal. Ini membuat kita bisa menunda atau bahkan menghindari syndrome burnout terjadi pada diri kita. Sebagian dari cara yang bisa kita lakukan ketika sudah merasakan burnout adalah:

1. Sadari bahwa ini semua adalah fase

Burnout adalah sebuah fase yang dialami oleh hampir sebagian orang. Setiap manusia pasti pernah mengalami setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka. Sadarilah bahwa hal ini mungkin terjadi apalagi bagi kamu yang hidup dilingkungan dengan tekanan yang cukup tinggi. Sadarilah juga bahwa burnout adalah sebuah fase, dimana fase ini dapat berlalu seiring berjalannya waktu. Dengan menyadari ini, kita bisa semakin optimis untuk dapat melewati fase ini lebih cepat dan cepat pulih seperti sediakala.

2. Beri jarak pada semua pekerjaanmu

Burnout terjadi karena masalah/pekerjaan datang bertubi-tubi tanpa mengenal waktu. Kita seperti kehilangan kontrol atas diri kita karena banyaknya pekerjaan yang datang dan harus diselesaikan. Cara untuk keluar dari siklus ini adalah dengan memberi jarak kepada semua pekerjaanmu. Bila kamu sudah merasa sangat burnout, lepaskanlah semua pekerjaanmu selama 1-2 hari dan berikan banyak waktu untuk dirimu sendiri. Bila kamu merasa difase yang “hampir: burnout. Berikanlah jeda 1-2jam sehari setelah kamu melakukan pekerjaanmu agar kondisi psikismu tetap terkontrol.

3. Lakukan apapun sesuai prioritasnya

Bisa jadi pekerjaan yang terasa banyak tadi adalah hasil dari akumulasi dari kegiatan menunda yang kita lakukan. Selain menunda biasanya kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan prioritas kita, dan membuat apa yang menjadi prioritas kita jadi tidak sempat dikerjakan. Buatlah prioritas tentang hal-hal yang akan kamu lakukan agar dapat menjauhkanmu dari pekerjaan yang menumpuk.

4. Talk with someone that you love

Bicaralah dengan orang yang kamu sayangi dan percaya. Ceritakanlah apa yang selama ini kamu rasakan dan mintalah dia untuk mendengarkanmu. Jika dia tidak dapat memberikanmu saran, setidaknya kamu telah mengeluarkan isi kepalamu dan beban dipundakmu akan menjadi sedikit lebih ringan. Jangan serakah dengan menyimpan semua masalahmu sendiri ya!

Berikut merupakan ciri-ciri dan cara mengatasi burnout. Ketahuilah bahwa ini semua adalah fase yang pasti dilewati setiap orang. Kita semua hanya perlu untuk berdamai dan melewatinya dengan baik. Semangat untuk kita semua! Terima kasih telah bertahan meski banyak sekali beban yang harus pikul.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Loading…

0

5 Rekomendasi Aplikasi Berguna Untuk Pelajar

Tips Lepas dari Kebiasaan Menunda